Tampilkan postingan dengan label Jawa Barat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jawa Barat. Tampilkan semua postingan

Minggu, 03 April 2011

Hormati Gusdur, Sesepuh Buntet Gandeng Alissa

Cirebon, NU Online --Sesepuh Pondok Pesantren Buntet KH Nahduddin Royandi Abbas (Mbah Din), mengajak puteri Mantan Presiden KH Abdurahman Wahid (Gus Dur) Allisa Abdurrahman Wahid naik ke atas panggung pengajian akbar haul almarhumin di pondok Buntet, Sabtu malam (2/4).


Hal itu terjadi ketika Mbah Din diminta panitia memberikan kata sambutan pada acara puncak haul. Acara tersebut dihadiri Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Ketua Umum Pengurus Nahdlatul Ulama KH Said Aqil Siradj dan dihadiri puluhan ribu warga.



"Saya menghormati Gus Dur dan keluarganya. Kehadiran puteri sulung Almarhum Gus Dur di Buntet merupakan kebahagiaan tersendiri. Saya mengucapkan selamat datang dan doa senantiasa tercurah kepada keluarga Gus Dur," tutur Mbah Din.



Mbah Din yang baru lima hari di Indonesia mengatakan kesehatannya belum pulih sepulangnya dari London, Inggris. "Saya masih kurang sehat. Saya serahkan sambutan kepada KH Hasanuddin Kriyani," ujarnya.



Sementara itu, dalam sambutannya KH Said Aqil menyatakan, NU baru saja rapat pleno di Ponpes Krapyak, Yogyakarta. Salah satunya mengenai deradikalisasi yang akhir-akhir ini cara pikir radikal banyak muncul. 



"Di Manis Lor, Kuningan, ada aksi kekerasan. Menurut NU tidak benar. Tidak ada kekerasan dalam Islam. Tindak kekerasan adalah musuh agama," katanya. (ful)


Sabtu, 05 Maret 2011

PW NU Jabar Siap Tampung Pertobatan Ahmadiyah

Bandung - Pengurus Wilayah Nahdhatul Ulama (PW NU) Jabar akan menampung Jemaah Ahmadiyah Indonesia (JAI) yang akan berrtobat untuk kembali kepada ajaran Islam sesungguhnya. Selain itu, PWNU Jabar akan mengawal Peraturan Gubernur (Pergub) Jabar No 12/2011 tentang Larangan Kegiatan Jemaah Ahmadiyah di Jawa Barat.
Pjs Ketua Tanfidziyah PW NU Jabar Surjani Ichsan memberikan apresiasi terhadap langkah Gubernur Jabar Ahmad Heryawan yang secara cepat mengeluarkan Pergub.
“Kami akan membantu menyosialisasikan pelarangan Ahmadiyah itu dan membina atau mengawasi Ahmadiyah,” tegas Surjani usai peresmian Gedung Dakwah NU, Jalan Terusan Galunggung, Sabtu (5/3/2011).
Surjani mengaku, suara pengurus cabang (PC) tentang pembubaran Ahmadiyah sudah lama masuk ke PW NU Jabar, terutama daerah yang dikenal sebagai kantong-kantong Ahmadiyah seperti Cirebon, Kuningan, dan Majalengka.
“Desakan pembubaran sudah lama yang berasal dari daerah. Pasalnya, mereka yang tahu betul situasi di lapangan. Berdasarkan kajian kami, NU meyakini Ahmadiyah adalah ajaran menyimpang dari Islam,” kata Surjani
Menurut Surjani, pembubaran Ahmadiyah tidak akan mudah. Pasalnya, harus ada solusi bagi penganut Ahmadiyah.
“NU siap membina penganut Ahmadiyah jika memang dibubarkan. Untuk saat ini, kami menyarankan Ahmadiyah dijadikan agama baru saja. Mereka sudah benar-benar keluar dari akidah Islam,” ungkapnya.[den]